Kisah inspiratif - Ibuku Pembimbingku
oleh Nur Wahida pada 25 Agustus 2010 jam 20:54
Rahim Ibuku tempat Latihanku pertama
Ibu, engkaulah pembimbingku…Ketika aku dibentuk oleh Tuhanku,Ibuku memberi rahimnya untuk aku belajar Dan bertumbuh.
Dalam kehangatan rahimmu aku bergerak Dan berekspresi.Ketika aku lapar, nadi-nadi mu memberikan makanan yang sehat.Ketika aku membuang kotoran, engkaupun menerimaMelalui Serat-serat nadimu.
Engkau mengajarkan tentang berbagai rasa kepadaku.Engkau mengajarkan tentang berbagai emosi kepadaku.
Ketika aku dengan riang bergerak kesana kemari.Ketika aku menendang-nendang perutmu,Bukannya marah yang kau berikan tetapi Senyuman Dan elusan atas diriku yang kuterimaKetika aku beristirahat, engkau sering memeriksa diriku.Nyenyakkah tidur anakku, tenangkah aku didalam rahimmu.
Didikan Ibuku yang pertama
Ibu, engkau mendidikku dengan kesabaranmu.Dalam kesakitan Dan erangmu engkau melatihku.Ketika aku hendak menghirup udara didunia luar yang keras,Engkau membantuku mempersiapkan diriku dengan kesakitanmu.
Kau bentuk otak dikepalaku agar aku mempunyai semangatBerfikir Dan berjuang, dengan jepitan sayangmu.Kau pijat mataku agar aku dapat melihat segala sesuatuDengan jernih Dan objektif.
Kau elus telingaku Dan juga hidungku agar telingakuLebih cepat mendengar,Dan hidungku tahu membedakan aroma Dan rasa.Kau tekan bibirku agar ketika dia terbuka mengeluarkanSuara,hanya suara-suara yang ceria Dan yangMembangunkan Dan menghibur mereka yang mendengarnya.
Oa oa, Ada yang bilang Oe oe adalah suaraku yang pertama.Aku menangis gembira karena aku Lulus pada tahap pertama.Semua yang menonton Dan turut membantuku tersenyum,Aku dengar kata mereka kaupun tersenyum.
Dengan cepat engkau memijat-mijat badanku Dan tanganku.Agar badan Dan kedua tanganku menjadi kuat Dan kelakDapat Bekerja dengan tangkas.Terakhir, kedua kakiku yang mungilpun tak lepas dari pijatanmu,Dengan DOA agar kelak dia membawaku ketempat-tempatYang kudus Dan benar.Terimakasih bundaku.
Bimbingannya Dan Motivasinya Menguatkanku
Ketika aku mencari makan, kau tuntun aku dengan kasih sayangmu.Kau berikan aku makanan dengan tersenyum sambil mengusap-usapKepalaku, seakan engkau berkata kenyangkanlah dirimu nak supaya kuatMenantang dunia yang akan kau hadapi kelak.Sambil menepuk-nepuk lembut pantatku seakan berkata"aku sayang Dan siap membantumu.
Kau tetap sabar mengajari Dan menuntunku mencari makanSampai aku lebih pintar, engkau tetap sabar Dan tersenyumMeskipun kadang aku menyakiti Dan melukai tubuhmu.
Ketika rasa laparku belum terpuasi, engkaupun denganSigap menyediakan makanan tambahan, seakan mengajarkanKepadaku untuk selalu berusaha sekeras mungkin DanBertanggungjawab dalam memenuhi kebutuhan anak-anakku kelak.
Pujian Dan semangat yang engkau berikan, ketika akuBerusaha menunjukkan kebolehanku sangat memotivasiku.Aku bangga punya engkau sebagai ibuku, penuh dengan pujian.
Pada saat aku baru bisa tertawa, engkau memujiku.Pada saat aku baru bisa membalikkan badanku engkaupun memujiku.Ketika baru tumbuh gigiku, engkaupun memujiku,Meskipun engkau tahu gigi-gigi kecilku itu akan melukai tubuhmu.
Pada saat aku mencoba menunjukkan pada Dunia, betapa tingginya aku.Engkau disana dengan tanganmu, kau topang aku, kau sediakan alat bagiku.Ketika aku hampir menyerah, kau pijat-pijat kakiku supaya semakin kuat.Motivator sejati engkau ibuku.
Disaat aku mencoba melangkah menaklukkan dunia, engkau disana.Ketika aku terjatuh Dan menangis, engkau menghiburkuDan memberi semangat baru.Seakan berkata, "ayolah terus coba, jangan menyerah, engkau hebat anakku.Tetap fokus pada tujuan, bukan berapa kali engkau jatuh Dan terlukaYang penting berapa kali engkau bangkit sampai berhasil.
Terimakasih ibu pembimbingku, bimbinganmu Dan kasihSayangmu menguatkan aku.
Ibuku yang mengajarkan Pengetahuan
Em (m) a ma em (m) a ma mama, pe (p) a pa pe (p) a pa papa.Inilah awal diriku diperkenalkan bunda kepada dunia pengetahuan.Dengan sabar engkau mengajarkan padaku pentingnya membaca.Kesabaranmu ibu menghantarku memahami banyak sekali pengetahuan.
Satu (1) tambah (+) satu (1) samadengan (=) dua (2).Engkau mengajarkan aku dasar-dasar hitungan agar aku tahu,Apa itu rugi Dan untung,, resiko Dan peluang,Harga sesuatu barang Dan jasa.
Suaramu begitu lantang Dan sabar, sampai aku dapatMengerti Dan mengikuti semua yang engkau ajarkan.
Kau hantar aku kesekolah untuk mendapat pelajaran lebih lanjut,Dengan sabar kau tunggu aku, ketika aku masih ragu Karena Hari pertama Ku kesekolah.Tanganmu yang lembut memegang jemariku, mengajarku menulis isi hatiku.
Ibu, sesungguhnya engkaulah awal aku mengenalPengetahuan Dan kepintaran.Tersenyumlah bila aku masih belum mencapai apa yang harus kuraih,Tertawalah pada semua hal yang telah kucapai, tawamuDan rasa banggamu akan kujadikan motivasi mencapaiCita-cita Dan impianku yang masih jauh kedepan.
Ibuku pembimbingku,Engkau pembimbing sejatiku.Ibuku pembimbingku,Tersenyum Dan berdoalah untuk keberhasilan anakmu.
Puisi/prosa ini kutujukan kepada ibuku yang masihTerus membimbing Dan memotivasiku, Dan kepada para ibuYang khawatir akan perkembangan anaknya, serta kepadaAnak-anak kecil Dan anak-anak "tua" yang masihMemiliki ibu.
Dengan harapan semoga menyadari dan mensyukuri betapabesarnya andil seorang ibu dalam membentuk danmenghantar anak-anaknya ketangga kesuksesan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar