Selasa, 10 Mei 2011

Makna Selebrasi Messi


Lionel Messi terus menambah pundi-pundi golnya untuk membayar kepercayaan penuh yang diberikan sang pelatih Pep Guardiola.

Namun, ada yang menarik ketika pemain berusia 23 tahun itu mencetak gol. Messi kerap kali melakukan selebrasi dengan gaya menunjuk ke arah langit. Mengenai hal itu, Messi memiliki penjelasan tersendiri.

"(Selebrasi) ini untuk nenek saya karena saya ingin sekali ia dapat melihat saya sekarang dan saya pikir dia bisa melihat saya dari di atas," ujar Messi seperti dikutip Goal.

Sosok Nenek dalam hidup Messi memang sangat vital. Menurutnya, karena sang neneklah kini ia menjadi pesepakbola andal.

“Dia menginginkan saya bermain sepakbola dan saya mewujudkan itu. Sejak awal dia selalu membantu saya, dan saya menikmati apa yang sudah dia berikan kepada saya. Kami tidak pernah menyangka akan seperti ini,” ungkap Messi kepada harian Marca.

“Saya bermain sepakbola karena saya sangat menyukai olahraga ini. Lebih dari sekadar profesi, saya melihat sepakbola sebagai permainan, dan itu sangat menyenangkan,” tandasnya. [nic]

by : Ode Riswanto

BIO DATA MESSI


Nama Lengkap Lionel Andrés Messi
Nama Panggilan Leo, La Pulga, La Pulga Atómica,Semidios, Messiah
Tanggal Lahir 24 Juni 1987 (umur 22)
Tempat Lahir Rosario, Argentina
Tinggi 1,69 m
Posisi Penyerang,Gelandang Serang
Klub Barcelona
Nomor 10
Klub Junior
1995-2000 Newell’s Old Boys
2000-2004 Barcelona B
Klub Senior
2004- Barcelona
Tim Nasional
2005- Argentina

Perjalanan Karir Messi
-Bergabung dengan Barcelona pada usia 13 di tahun 2000 dan bersinar di level junior sebelum pelatih Frank Rijkaard memberinya debut senior di usia 16 tahun dalam sebuah laga persahabatan menghadapi Porto pada November 2003.
-Memimpin Argentina menjuarai Piala Dunia Junior tahun 2005 di Belanda. Dia mencetak dua penalti di final yang mengantar ‘Tango’ menang 2-1 atas Nigeria. Sama seperti Maradona, dia mengakhiri turnamen dengan menggondol status pemain terbaik dan top skor.
Mengantongin kewarganegaraan Spanyol pada September 2005.
-Messi menjalani debut bersama timnas senior Argentina dalam sebuah laga persahabatan menghadapi Hongaria di Agustus 2005. Uniknya, Hongaria adalah negara pertama yang dihadapi Maradona saat menjalani debutnya di timnas Argentina pada usia 16 tahun. Malang buat Messi karena dia dikartu merah hanya semenit setelah masuk sebagai pemain pengganti karena menyikut pemain lawan.
-Karena masalah birokrasi dan izin bermain, Messi tak bisa membela Barcelona di ajang kompetitif hingga Oktober 2005. Di tahun itu dia mencetak enam gol dari 17 penampilan dan mengantar El Barca memenangi La Liga Primera.
-Messi gagal bersinar terang di Piala Dunia 2006. Pelatih Jose Pekerman banyak disalahkan atas hal tersebut, juga karena tersingkirnya Argentina di perempatfinal, karena menarik Messi di tengah pertandingan.
-Absen tiga bulan di musim 2006-07 karena patah kaki. Tapi dia melakukan comeback gemilang saat tiga kali menjebol gawang Real Madrid dalam laga yang berkesudahan 3-3 di Nou Camp.
-Di awal 2008 Messi kembali harus absen enam pekan karena mengalami masalah otot kaki kir saat menghadapi Celtic.
Membawa Argentina meraih medali emas Olimpiade 2008 Beijing.
-Duduk di posisi dua penghargaan Pemain Terbaik Eropa. Dia kalah atas Cristiano Ronaldo yang merebut Ballon d’or.
-Pada Mei 2009 Messi membantu Barcelona memenangi Liga Champions. Dia mencetak satu gol yang memastikan kemenangan 2-0 Barca atas Manchester United.
-Bulan September 2009, Messi menandatangani perpanjangan kontrak baru di Barcelona yang membuatnya akan bertahan di sana hingga 2016.
- Dia pemain terbaik dunia saat ini dan saya yakin musim ini juga

by : Ode Riswanto

Persipura Gagal Menjadi Tuan Rumah di 16 Besar AFC cup

Persipura Jayapura meraih hasil imbang 1-1 di markas East Bengal dalam laga terakhir penyisihan grup Piala AFC. Dengan hasil ini, Tim Mutiara Hitam harus puas menempati posisi runner-up Grup H.

Dalam pertandingan yang dihelat di Salt Lake Stadium, Selasa (10/5/2011), Persipura unggul lebih dulu saat laga baru berlangsung dua menit. Gol tim tamu dicetak oleh Titus Bonay.

Pada babak kedua, tim tuan rumah bangkit. Mereka akhirnya bisa menyamakan kedudukan lewat gol Baljit Sahni pada menit ke-46.

Dalam pertandingan lainnya, Chonburi tampil perkasa saat dijamu South China. Tim asal Thailand tersebut menang telak 3-0 berkat gol Ney Fabiano dan dua gol Sukree Etae.

Dengan hasil ini, Chonburi lolos ke babak 16 besar dengan status juara Gurp H. Mereka mengumpulkan 13 poin dari enam pertandingan dan akan menghadapi runner-up Grup F.

Persipura juga lolos ke babak 16 besar mendampingi Chonburi. Anak buah Jacksen F. Tiago ini mengoleksi 11 poin. Mereka selanjutnya akan berhadapan dengan juara Grup F.

South China dan East Bengal yang menduduki dua peringkat terbawah Grup H tersingkir. Mereka masing-masing memiliki lima dan tiga poin.

PENTINGNYA TATA TERTIP DALAM UPAYA MENINGKATKAN DISIPLIN SISWA DI SMP AL-IHSAN KOTARAJA

Di Susun Oleh : Ode Riswanto

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan sebuah penentu kemajuan bangsa. Berkembang dan berkualitasnya bangsa di dukung oleh manusia yang beriman kepada Tuha Yanag Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif, terampil, disiplin, beretos kerja, profesional, bertanggung jawab, produktif serta sehat jasmani dan rohani.
Pendidikan dapat menjadikan bangsa yang berkualitasa dan berakhlak mulia tidak dapat dilepaskan dari peran guru sebagai pemegang kunci keberhasilan sebuah pendidikan .
Pendidikan juga merupakan suatu proses dan melibatkan sejumlah komponen pendidikan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan berdasarkan jenjang, jenis dan tingkat pendidikan serta pengajaran. Rumusan pengajaran harus mencerminkan tujuan Pendidikan Nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya. Setiap manusia yang ada di muka bumi ini selalu berbuat untuk menuju ke hal yang lebih baik itu tidak mudah seperti yang kita bayangkan, perubahan itu melalui perjalanan yang panjang dan berksienambungan, dalam hal ini jalur yang dapat di tempuh adalah Pendidikan.
Siswa adalah orang yang terlibat lansung dalam dunia Pendidikan. Dalam perkembangannya harus melalui proses belajar, termaksud belajar mengenal diri, belajar mengenal orang lain, dan belajar mengenal lingkungan sekitarnya hal ini di lakukan agar siswa dapat mengetahui dan menempatkan posisinya di tengah-tengah masyarakat sekaligus mampu mengendalikan diri.
Sifat mengendalikan diri harus di kembangkan pada diri siswa. Pengendalian diri disini dimaksud adalah suatu kondisi dimana seseorang dalam perbuatannya selalu dapat menguasai diri sehingga tetap mengontrol dirinya dari berbagai keinginan yang selalu meluap-luap dan berlebih-lebihan.
Berarti dalam sifat pengendalian diri tersebut terkandung keteraturan hidup dan kepatuhan akan segala peraturan dengan kata lain perbuatan siswa selalu dalam koridor disiplin dan tata tertip sekolah. Bila demikian akan tumbuh rasa disiplin siswa untuk selalu mengikuti tiap-tiap peraturan yang berlaku sekolah. Mematuhi semua peraturan yang berlaku di sekolah merupakan suatu kewajiban bagi setiap siswa.
Masalah kedisiplionan siswa menjadi sangat berarti bagi kemajuan sekolah. Di sekolah yang tertip akan selalu menghasilkan proses belajar mengajar yang baik, sebaliknya pada sekolah yang tidak tertib kondisinya akan jauh berbeda pelangaran-pelangaran yang terjadi sudah diangap hal yang biasa dan untuk memperbaiki keadaan demikian tidak mudah. Hal ini dilakukan kerja keras dari berbagai pihak untuk mengubahnya, sehingga berbagai jenis pelangaran terhadap disiplin dan tatatertip sekolah tersebut perlu dicegah dan di tangkal.
Ketertiban dalam bentuk peraturan sekolah dapat dilihat pada kasus menepati jam pelajaran, dalam keteraturan terhadap peraturan sekolah meliputi aturan-aturan yang terkait dengan kewajiban bahwa para siswa datang kesekolah sebelum pelajaran dimulai, mengikuti seluruh pelajaran dan pulanng ketika jam pelajaran usai, jadi dalam hal pelaksanaan tata tertib untuk mendisiplinkan siswa agar sesuai dengan tujuan yang di harapkan maka guru bimbingan konseling serta pihak-pihak sekolah lainnya sangat berperan penting.
Dewasa ini SMP Al-Ihsan kotaraja dalam melaksanakan kedisiplinan sangat diperhatikan namun pada kenyataannya masi banyak siswa yang kurang memperhatikan tata tertib yang sudah di tentukan oleh pihak sekolah,pelangaran-pelangaran yang dibuat oleh siswa selalu mendapatkan tangapan dari pihak sekolah. Pihak sekolah menetapkan seoptimal mungkin dengan memberikan hukuman-hukuman kepada siswa hal ini kan lebih di jelaskan pada rumusan masalah.

B. Rumusan Masalah
Penelitian ini dirumuskan untuk mengkaji masalah tata tertib di SMP Al-Ihsan kotaraja berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan di atas maka dapat dirumuskan pokok masalah penelitian sebagai berikut :
1. Bagaimana pelaksanaan tata tertib di SMP Al-Ihsan kotaraja.
2. Apa faktor yang menghabat berjalannya tata tertib di SMP Al-Ihsan Kotaraja.

C. Tujuan Penelitian
Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan tata tertib di SMP Al-Ihsan kotaja.
2. Untuk mengetahui faktor-faktor apa yang menghambat berjalannya tata tertib di sekolah.

D. Manfaat Penelitian
Penelitian ini merupakan suatu upaya untuk mengkaji tata tertib/disiplin di SMP Al-Ihasan kotaraja, dengan penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi:
1. Bagi semua pihak baik siswa, guru dan pihak sekolah lainya agar memperhatikan tata tertib untuk meningkatkan disiplin siswa sehingga mencapai tujuan yang diharapkan.
2. menambah, memperluas wawasan dan mempertajam pemahaman penelitian tetntang tata tertib/disiplin serta pengembangan ilmu pengetahuan, dengan pemelitian ini dapat memberikan sumbangan pikiran kepada pihak SMP Al-Ihsan kotaraja.

E. Metode Penelitian
Adapun metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan data observasi, interview dan dokumentasi sehingga metode yang relevan dengan penelitian ini adalah metode dekriptif kualitatif.
1. Jenis/Sifat Penelitian
Penelitian yang dipakai adalah studi kasus yaitu penelitian yang dilakukan secara mendalam terhadap suatu organisasi, lembaga atau gejala tertentu. Ditinjau dari wilahnnya, maka penelitian kasus hanya meliputi daerah atau subjek yang sangat sempit. Tetapi ditinjau dari sifat penelitian, penelitian ksus lebih mendalam .
2. Lokasi Penelitian
Sekolah SMP Al-Ihsan Kotaraja, JL Cigombong sesuia dengan objek penelitian yakni : Pentingnya tata tertib dalam upaya meningkatkan disimpili siswa di SMP Al-Ihsan kotaraja.
3. Sumber Data
Sumber data yang digunakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder :
a. Data Primer
Data yang lansung di kumpul oleh peneliti.
b. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang tersusun dalam bentuk dokumen-dokumen dan merupakan keseluruhan data yang bersumber dan buku-buku, jurnal ilmiah, majalah ilmia dan yang terkait dengan penelitian ini . Pengambilan data sekunder di peroleh dengan cara melakukan studi kepustakaan, menelaah literatur yang berhubungan dengan objek permaslahan yang di teliti.

4. Populasi dan Sampel
a. Populasi adalah seluruhan subjek penelitian.
Yang termaksud dalam penelitian ini adalah siswa siswi yang bermasalah dan gru BK kelas tuju hingga sembilan di SMP Al-Ihsan kotara.
b. Sampel adalah sebagian wakil populasi yang diteliti .
Pengambilan sampel dilakukan bertujuan yaitu menjaring sebanyak mungkin informasi dari berbagai sumber yang akan menjadi dasar dari rancangan dan teori yang muncul .

5. Teknik Pengumpulan Data
Untuk memudahkan pengumpulan data dalam penelitian ini digunakan dengan cara :
a. Observasi.
Observasi adalah kegiatan pemuatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan seluru alat indra ( pengamatan ) .
Pengumpulan data tentang gejala-gejala tertentu dengan jalan mengamati lansung selama waktu tertentu sehingga peneliti dapat mengenal apa yang terdapat dalam gejala tersebut. Dan sebagai objek penelitian ini adalah siswa siswi SMP Al-Ihsan Kotaraja oleh pewawancara.
b. Interview
Interview adalah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara .
Interview ini digunakan penulis untuk mewawancarai siswa-siswi guru BK dan guru lainnya di SMP Al-Ihsan Kotaraja tahun 2010-2011.
c. Dokumentasi
Dokumentasi yaitu peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, Notulen rapat, catatan harian dan sebagainya .
6. Tehnik Analisis Data
Analisis data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelolah, mensistensikannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain .
Hal yang dilakukan adalah mencatat hal yang menghasilkan catatan lapangan, mengumpulkan, memilah-milah, mengklasifikasikan, mensistensikan, membuat ikhtisar dan membuat indeksnya, berfikir dengan membuat jalan agar kategori data mempunyai makna, mencari menemukan dan hubungan-hubungan dan membuat temuan-temuan umum.
F. Sistematika Penulisan
BAB I : Pendahuluan yang menguraikan, latar belakang masalah tujuan dan manfaat penelitian, metodologi penelitian yang meliputi jenis dan sumber data, populasi dan sampel, lokasi penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data dan sistematika penulisan.
BAB II : Kajian teori yang terdiri dari disiplin yaitu pengertian disiplin, pentingnya disiplin dalam sekolah, keterlibatan guru BK dan staf lainnya dalam berjalannya tata tertib di sekolah, hambatan-hambatanya serta analisis hasil bimbingan.
BAB III : Pelaksanaan program mengajar yang menguraikan tentang kegiatan dan hasil yang dicapai, hambatan dan kesulitan yang dihadapai, alternatif pemecahan masalah tanggapan sekolah tentang mahasiswa PPL.
BAB IV : Penutup yang terdiri dari kesimpulan dan saran.
LAMPIRAN-LAMPIRAN

BAB II
PEMBAHASAN

A. Kajian Teori
1. Pengertian Disiplin
Disiplin hakekatnya adalah pernyataan sikap mental individual maupun masyarakat yang mencerminkan rasa ketaatan, kepatuhan yang didukung oleh kesadaran untuk menunaikan tugas dan kewajiban dalam rangka pencapaian tujuan. Disiplin juga dikenal dengan dua istilah yang pengertinnya hampir sama tetapi pembentukannya secara berurutan, kedua istilah itu adalah disiplin dan keterlibatan, keterlibatan menunjuk pada kepatuhan seseorang dalam mengikuti peraturan dan tata tertib karena didorong oleh sesuatu dari luar .
Disiplin menunjuk pada kepatuhan seseorang dalam mengikuti tata tertib karena didorong kesadaranyang ada, disiplin dapat dipahami dalam kaitanya dengan latihan yang memperkuat koreksi dan sangsi, kendali atau terciptanya ketertiban dan kepribadian yang baik, oleh karena itu lama kelamaan akan masuk kedalam dirinya serta berperan dalam membangun kepribadian yang baik.
Berkenaan dengan pengendalian diri dimana disiplin tersebut merupakan sesuatu yang berkenaan dengan pengendalian diri seseorang terhadap bentuk-bentuk aturan, tanpa adanya kesadaran akan keharusan melaksanakan aturan yang sudah ditentukan, maka pelangaran tidak mencapai target yang maksimal. Seorang siswa perlu memiliki sikap disiplin dengan melakukan latihan yang memperkuat dirinya sendiri untuk selalu terbiasa patuh dan mempertinggi daya kendali diri, sikap disiplin yang timbul dari kesadaraanya sendiri akan dapat lebih memacu dan tahan lama dibandingkan dengan sikap disiplin yang timbul karena adanya pengawasan dari orang lain.
Disiplin dapat tumbuh dibina melalui latihan pendidikan atau pemahaman kebiasaan yang harus dimulai sejak dalam lingkungan keluarga, mulai pada masa kanak-kanak dan terus berkembang sehingga menjadi disiplin yang menjadi kuat. Disiplin yang muncul karena kesadaran diri siswa berhasil dalam pelajaran, tanpa disiplin yang baik suasana sekolah dan juga kelas menjadi kurang konduktif bagi kegiatan pembelajaran secara positif, disiplin memberi dukungan lingkungan yang tenang dan tertib bagi proses pembelajaran .
Karena disiplin merupakan jalan bagi siswa untuk sukses dalam belajar dan kelak ketika bekerja karena kesadaran pentingnya norma, aturan, kepatuhan dan ketaatan merupakan kesuksesan seseorang, karena sikap perilaku seseorang tidak dibentuk dalam sekejap tapi disiplin tersebut akan terwujud melalui pembinaan sejak dini, sejak usia muda dimulai dari lingkungan keluarga melalui pendidikan yang tertanam sejak usia muda. Sehingga dalam hal ini dalam pendidikan khususnya didalam sekolah disiplin harus diterapkan kepada siswa tentu dengan dengan proses dan penerapan serta pembinaan yang berlanjut yang menjadikan siswa mempunyai kedisiplinan dalam dunia sekolah yang belaku dalam dunia pendidikan.
Oleh karena itu perang guruterutama guru BK sangat berperang penting dalam pelaksanaan tatatertip demi mewujudkannya disiplin siswa disekolah untuk membimbing siswa yang bermasalah dengan peraturan tata tertip atau masalah alinnya.
a. pengertian Bimbingan
Pada dasranya bimbingan merupakan upaya pembimbingan untuk membantu mengoptimalkan individu
Namun jika ditelaah berbagai sumber akan dijumpai pengertian-pengertian yang berbeda mengenai bimbingan tergantung jenis sumbernya yang merumuskan pengertian tersebut. Perbedaan tersebut disebabkan kelainan pandangan dan titik tolak, tetapi perbedaan itu hanyalah perbedaan tekanan atau dari sudut mana melihatnya.
Berdasarkan pasal 27 peraturan pemerintah No 29/90, “ Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan” .
Bimbinagn dalam rangka menemukan pribadi dimaksud agar peserta didik mengenal kekuatan dan kelemahan dirinya sendiri serta menerimanya secara positif dan dinamis sebagai modal mengenal lingkungan dimaksudkan agar peserta didik mengenal secara objektif lingkungan baik lingkungan sosial dan lingkungan fisik dan menerima berbagai kondisi lingkungan itu secara positif dan dinamis. Pengenalan lingkungan itu yang meliputi pengenalan lingkungan rumah, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat dan alam sekitar serta lingkungan yang lebih luas. Diharapkan menunjang proses penyusaiyan diri peserta didik dengan lingkungan yang dimaksud serta dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk pengembangan diri secara mantap dan bekerlanjutan. Sedangkan bimbinga dalam rangka merencanakan masa depan dimaksud agar peserta didik mampu mempertimbangkan dan mengambil keputusan tentang masadepan dirinya, baik yang menyangkut bidang pendidikan, bidang karier maupun bidang budaya, keluarga dan kemasyarakatan.
Selain itu pakar bimbingan lain mengungkapkan bahwa :
Bimbingan ialah suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis dari pembimbingan kepada yang dibimbing agar tercapai kemandirian dalam pemahaman diri dan perwujudan diri dalam mencapai tingkat pertimbangan yang optimal dan penyusaian diri dengan lingkungannya (Moh Surya 1988 : 12).

b. Pengertian Konseling
Konseling merupakan bagian dari bimbingan, baik sebagai layanan maupun sebagai teknik. “layanan konseling adalah jantung hati layanan bimbingan secara kesuluruhan jadi konseling merupakan inti dari alat yang paling penting dalam bimbingan” .
Konseling merupakan suatu jenis layanan yang merupakan bagian terpadu dari bimbingan, konseling dapat diartikan sebagai hubungan timbal balik antara dua individu dimana yang seorang konselor berusaha membantu yang lain (yaitu klien) untuk mencapai pengertian tentang dirinya sendiri dalam hubungan dengan masalah-masalah yang dihadapinya pada waktu yang akan datang.
Layanan bimbingan yang memungkinkan peserta didik dan pihak-pihak lain yang dapat memberikan pengaruh yang besar kepada peserta didik (terutama orang tua) menerima dan memahami informasi yang dapat di pergunakan sebagai bahan pertimbangan keputusan sehari-hari sebagai pelajar, anggota keluarga dan masyarakat :
Layanan informasi menyangkut :
1. Tugas-tugas perkembangan masa remaja akhir tentang kemampuan dan perkembangan pribadi.
2. Usaha yang dapat dilakukan dalam mengenal bakat, minat, serta buntuk-buntuk penyaluran dan pengembangannya.
3. Tata tertib sekolah, cara bertingka laku, tata krama dan sopan santun.
4. Nilai-nilai sosial, adat istiadat, upaya yang berlaku dan berkembang di masyarakat.
5. Mata pelajaran dan perbandinganya seperti program inti, program khusus dan program tambahan.
6. Sistem penjurusan, kenaikan kelas, syarat-syarat mengikuti EBTA/EBTANAS
7. Fasilitas Penunjang/sumber belajar.
8. Cara mempersiapkan diri dan belajar disekolah.
9. Syarat-syarat memasuki swatu jabatan, kondisi jabatan karier serta prospek.
10. Memasuki perguruan tinggi yang selajalan dengan cita-cita karier.
11. pelaksanaan pelayanan bantuan untuk maslah pribadi sosial, belajar dan karier.

2. Pengertian Tata Tertib
Setiap siswa dalam kegiatan belajar di sekolah tidak akan lepas dari berbagai peraturan dn tata tertib yang diberlakukan di sekolah. Peraturan dan tata tertib berupaya untuk mengatur perilaku siswa disiplin disekolah.
Peraturan dan tata tertib merupakan sesuatu untuk mengatur yang diharapkan terjadi pada diri siswa, peraturan menunjuk pada patokan atau standar yang sifatnya umum yang harus dipenuhi oleh siswa pada waktu pelajaran sedang berlansung, seperti :
a. Mendengarkan dengan baik apa yang sedang dikatan atau diperintahkan oleh guru.
b. Tidak berbicara tanpa seizin guru.
c. Tidak makan dan minum jika guru tidak mengizinkan.
d. Tidak keluar dari kelas jika guru tidak ada ijin dari guru.
Jadi tata tertib adalah berasal dari kata “tata” yang artinya adalah kaidah dan “tertib” yang artinya teratur menurut aturan, sopan dengan sepatutnya dan aturan atau peraturan yang baik sedangkan pengertian aturan adalah berasal dari kata “atur” yang artinya disusun baik, berbaris rapi, arti yang mau masuk dan “peraturan” artinya (petunjuk, kaidah, ketentuan) yang dibuat untuk mengatur .

3. Bentuk-bentuk Peraturan dan Tata Tertib
Menurut Arikunto semua peraturan baik yang berlaku umum maupun khusus meliputi tiga bentuk atau unsur yaitu :
a. Perbuatan atau perilaku yang diharuskan dan dilarang.
Contoh : jika terlambat datang harus melapor kebagian piket untuk meminta surat keterangan terlambat yang kemudian harus diserahkan kepada guru yang sedang mengajar.
b. Akibat atau sangsi yang menjadi tanggung jawab pelaku atau pelanggar peraturan.
Conto : jika terlambat datang kemudian tidak melapor pada guru piket untuk mendapatkan keteranggan terlambat maka dianggap tidak masuk ikut pelajaran tersebut atau dianggap tidak hadir.
c. Cara dan prosedur untuk menyampaikan peraturan pada subjek yang dikenai peraturan tersebut.
Contoh : peraturan-peraturan yang sudah disampaikan atau peraturan yang ada dikomunikasikan kepada siswa dan orang tua secara tertulis pada waktu mereka mendaftarkan kembali sesudah dinyatakan diterima disekolah yang bersangkutan.
4. Tujuan Peraturan dan Tata Tertib.
Menurut Arikunto bahwa tujuan peraturan dibedakan atas dua macam yaitu : peraturan umum untuk seluruh.
a. Tujuan peraturan umum untuk siswa.
Personil dan peraturan umum untuk siswa.
b. Peraturan umum untuk personil sekolah.

Tujuan peraturan umum agar kegiatan sekolah dapat berlansung secara efektif dalam suasana tenang, tenteram dan setiap personil dalam organisasi sekolah merasakan puas karena merasa terpenuhi kebutuhannya.
Tujuan peraturan umum untuk siswa adalah menjaga keseimbangan pergaulan mereka dalam kehidupan sekolah.
Dengan demikian penulis menyimpulkan tujuan peraturan yang sifatnya umum adalah aktifitas bagi seluruh personil sekolah yang meliputi staf pengajar, peserta didik dan staf tata usaha dalam setiap kegiatan dapat berjalan lancar, aman dan tertib.

5. Faktor-faktor Penyebab Timbulnya Pelanggaran Tata Tertib
Faktor penyebab yang menimbulkan pelangaran tata tertib di sekolah adalah faktor yang bersumber pada anak itu sendiri : yaitu kurangnya motivasi dan yang bersumber dari luar anak seperti keluarga, sekolah, masyarakat dan non sosial.
a. Sebab yang bersumber dari anak itu senditri.
Sebab-sebab yang berasal dari siswa itu sendiri diantaranya adalah sakit, ketidakmampuan anak dalam mengikuti pelajara sekolah, kemampuan intelek yang tarafnya lebih tinggi dan kurangnya motivasi.
1. Sakit.
Siswa yang sakit memang cukup kuat untuk tidak mengikuti kegiatan sekolah baik pelajaran di kelas, upacara dan kegiatan sekolah lainnya sehingga secara akademis peserta didik yang tidak hadir karena sakit akan mengalami ketingalan pelajaran. Namun jika sakitnya ringan tidak perlu menjadi sebab dari tidak hadirnya di sekolah. Tindakan yang lakukan oleh guru adalah memberi tugas tambahan untuk dikerjakan atau dipelajari baik di sekolah maupun di rumah. Materi yang dimaksud disini adalah materi yang merupakan ketinggalan bagi siswa selama sakit.
2. Ketidak mapuan anak dalam mengikuti pelajaran di sekolah.
Sebagaimana kita ketahui seorang guru mengajar sejumlah murid yang memiliki traf kemampuan belajar yang berbeda-beda.
Sehingga ada siswa yang daya tangkapnya kurang dalam menerima materi pelajaran, sering tidak mengikuti pelajaran di kelas karena ia merasa tidak mampu, tidak dapat menjawab pertanyaan guru bahkan tidak mampu mengerjakan tugas-tugas sekolah, akhirnya siswa yang seperti ini jadi malu bertanya dan tidak bertanya tidak mengerti.
Dengan demikian kesulitan seperti ini biasanya siswa atasi dengan sengaja datang terlambat, tapi justru menambah ketertingalan di bandingkan dengan teman-teman di kelasnya, untuk membantu siswa mengatasi masalah ketidak mampuan anak alangkah baiknya bila seorang guru memperhatikan daya tangkap murid dalam hal meresapi pelajaran yang diajarkan.
3. Kemampuan intelektual yang tarafnya lebih tinggi
Siswa yang terlalu pandai dibandingkan dengan teman-temanya biasabnya dengan cepat dan mudah menangkap pelajaran di sekolah dan dirumah hampir tidak perlu belajar lagi. Kebiasaan dari peserta didik seperti ini cepat gelisah dan bosan apabila penjelasan guru berbelit-belit atau berulang-ulang maksud guru mengulang-ulang menjelaskan materi pelajaran agar siswa yang belum mengerti dapat mengerti.
Tetapi siswa yang kemampuan intelektualnya lebih tinggi menganggap itu sebagai hal yang membosankan dan mulai membolos serta sering datang terlambat ke sekolah bahkan tidak datang ke sekolah. Biarpun kemampuan inteleknya yang lebih tinggi tetapi jika membolos dan sering datang terlambat ke sekolah atau sering tidak datang kesekolah berarti ketingalan dalam menerima materi pelajaran.

4. Kurangnya motifasi untuk belajar
Siswa yang bermotivasi kuat jelas mengetahui apa tujuannya dan berusaha untuk mencapai tujuan tersebut serta akan berusaha untuk mengatasi rintangan-rintangannya. Tetapi siswa yang kurang bermotivasi untuk belajar maka sering lalai dalam belajarnya bahkan akan mengalami kesulitan dalam belajar.
Sikap siswa siswi yang kurang siap dalam belajarnya seperti tidak mengerjakan tugas yang harus dikumpulkan sesuai dengan waktu yang sudah disepakati bersama, maka akan berusaha untuk mengulur waktu dengan jalan sengaja dating terlambat ke sekolah. Dengan demikian siswa tidak masuk kelas kemudian dijadikan alasan terlambat akhirnya tidak mengumpulkan tugas sesuai dengan batas waktu yang ditentukan.
b. Penyebab yang bersumber dari luar diri siswa
Sebab yang berasal dari luar diri siswa adalah ; keluarga, sekolah, masyarakat dan non social.
1. Sebab dari keluarga.
a. Keadaan keluarga.
Siswa yang memiliki keluarga besar dan dalam kehidupan perekonomian keluarganya dapat berpengaruh terhadap biaya pendidikan anak karena apabila orang tua sudah terhempit dengan kebutuhan sehari-hari yang semakin meningkat sedangkan perekonomian kurang mencukupi. Dengan demikian orangtua tidak dapat mendukung atau kurang memperhatikan dalam member biaya misalnya uang transportasi, sehingga kadang-kadang anak hanya berharap tumpangan.
b. Sikap dari orang tua.
Sikap orang tua yang kurang peduli terhadap aktifitas anak di rumah member pengaruh yang sangat besar kepada anak. Apabilah orangtua tidak melihat pentingnya mengontrol anak dalam memanfaatkan waktu, dalam hal ini kurang memperhatikan kegiatan sehari-hari anak dirumah dalam bagun tidur sampai mau tidur kembali, maka anak ini hanya akan melakukan hal-hal yang kurang berguna dan tidak memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.
Dari hal tersebut karena kurangnya perhatian dari orang tua, anak akan merasa bebas semunya sendiri dalam beraktivitas dirumah sehingga menjadi terbiasa, keadaan seperti ini Nampak pada kebiasaan tidur larut malam yang berakibat bangun tidurnya lambat, akhirnya membuat anak sering datang terlambat ke sekolah. Kemudian uang sekolah yang rendah. Buku, pensil, kertas dan pakaiyan yang tidak di lengkapi akhirnya membuat gairah dan semangat anak menurun. Sering datang terlambat ke sekolah dan tidak masuk sekolah bahkan keluar dari sekolah.
2. Sebab dari sekolah.
Gunarsa (2001:40), mengemukakan bahwa “ada anak yang pergi dari rumah seolah-olah ke sekolah, pulang ke rumah seolah-olah dia pulang dari sekolah” .
Yang dimaksud dalam ungkapan tersebut ialah bahwa siswa yang berangkat dari rumah menuju sekolah ternyata tidak sampai ke sekolah, Barangkali ada masalah di sekolah.
Berkaitan dengan masalah di sekolah misalnya, Fortenella (1992) mengemukakan dua sebab masalah ;
a. Pengajaran ada berbagai macam alasan anak memenuhi masalah dengan pekerjaan di sekolah. Ia mungkin tidak mampu belajar daya tangkap yang lambat kurang dalam menagkap pelajaran atau gangguan panca indra serta memilih dasar pendidikan yang rendah.
b. Masala perilaku yang timbul karena tidak dapat bergaul dengan teman sebaya, kesulitan dengan para guru, sikap agresif yang mempengaruhi sikap anak terhadap sekolah.
Dari tanggapan tersebut penulis menyimpulkan bahwa sikap agresif guru tertentu misalnya marah, yang menjadi masalah bagi siswa sehingga sering sengaja datang terlambat kesekolah atau tidak masuk pada jam tersebut.
3. Faktor dari masyarakat.
Faktor dari masyarakat yang sering mempengaruhi siswa datang terlambat atau tidak masuk sekolah adalah mass media dan pengaruh teman sebaya tau teman bergaul. Seorang pakar pendidikan berpendapat bahwa “Mass media yang baik memberikan pengaruh yang baik terhadap siswa dan juga terhadap belajarnya, sebaliknya mass media yang jelek juga berpengaruh jelek terhadap siswa”. Lebih lanjut bahwa teman bergaul yang tidak baik adalah yang suka begadang, keluyuran, pecandu rokok dan menonton filem .
4. Faktor Non social.
Factor sosial yang sering mempengaruhi siswa sehingga melanggar tata tertib missal datang terlambat ke sekolah adalah jarak rumah ke sekolah jauh, angkutan umum susah dan cuaca.
Selain itu keterlambatan siswa disebabkan oleh beberapa factor pribadi yang bersumber dari diri sendiri yang malas yang tidak disiplin, faktor keluarga dan dilingkungan juga sangat mempengaruhi.
Seorang siswi yang sering terlambat sesuai dengan peraturan sekolah maka tidak diijinkan masuk kelas, sehingga makin banyak materi pelajaran yang ketinggalan, “anak-anak yang sering tidak hadir akan menaggung resiko mengalami kegagalan dalam pelajaran” .

B. Analisis Data.
Berkaitan dengan keadaan tata tertib di SMP Al-Ihsan Kotaraja, maka peneliti melakukan wawancara dengan para informan sebelumnya peneliti mengadakan observasi di SMP Al-Ihsan kotaraja dan memperoleh data dari beberapa siswa yang melannggar sebagian tata tertib yang sudah dibuat. Untuk memperoleh keterangan data peneliti melakukan wawancara kepada siswa yang bersangkutan dan sebagian guru.
Berdasarkan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti maka peneliti menyimpulkan bahwa keadaan tata tertib di SMP Al-Ihsan kotaraja pada dasarnya sudah berjalan dengan baik sesuai dengan aturan yang ada, namun demikian dalam menjalankannya pasti ada suatu hambatan yang menyebabkan tata tertib tersebut tidak berjalan sesuai dengan tujuan diharapkan.
Adapun hambatan-hambatanya adalah faktor internal dan eksternal.
a. Faktor internal
Faktor internal adalah yang ada pada diri siswa itu sendiri yaitu kurang kesadaran diri untuk menjalankan tata tertib yang ada atau bisa dikatakan kurangnya disiplin diri.
b. Faktor eksternal
Faktor eksternal adalah pengaruh dari luar yaitu teman sekolah ataupun teman dari luar sekolah, masa-masa anak SMP adalah masa-masa puber sehingga bisa dibilang masa dimana anak ingin mencoba hal-hal baru dan masih mudah terpengaruh jadi jika tidak dapat mengendalikan diri maka akan terkerumus dalam hal-hal yang merugikan, seperti bolos pelajaran, berkelahi, hal ini disebabkan karena kurangnya motivasi untuk belajar, terpengaruh teman dan kurangnya perhatian dari orang tua.
Pada dasarnya larangan adalah semua kegiatan atau sikap yang bertentangan dengan tata tertib dan peraturan sekolah yang disepakati bersama, namun demikian ada beberapa larangan yang disepakati untuk tidak dilakukan siswa dan warga sekolah lainnya di sekolah. Larangan-larangan SMP Al-Ihsan kotaraja :
1. Sengaja atau tidak sengaja membawa senjata tajam atau yang lainnya di sekolah kecuali alat kerja bakti.
2. Membawa, menyimpan, mengunakan atau mengedarkan rokok, minuman keras, obat terlarang dan sejenisnnya di sekolah.
3. Membawa, menyimpan mengedarkan dan membaca, buku bacaan, filem dan media lainnya yang bertentangan dengan sosial dan nilai budaya Indonesia.
4. Meninggalkan lokasi sekolah tanpa seijin guru piket.
5. Memelihara jambang, jenggot dan rambut gondrong untuk laki-laki.
6. Mengubah warna rambut dengan cet sejenisnya yang tidak sesuai dengan warna rambut aslinya.
7. Mengunakan seragam sekolah lain atau pakaiyan yang bukan seragam sekolah sesuai ketentuan atau menggunakan pakaian seragam sekolah di tempat yang tidak ada hubungannya dengan pendidikan.
8. Menerima tamu tanpa seijin guru piket.
9. Melakukan tindakan yang tidak terpuji di dalam maupun di luar sekolah.
10. Berkelahi perorangan maupun kelompok di dalam maupun di luar sekolah.
11. Melakukan tindakan yang mengakibatkan rusak/hilangnya barang orang lain dan fasilitas sekolah.
12. Melakukan kekerasan secara fisik terhadap guru, staf TU dan kepala sekolah.
13. Kawin atau menikah.

Selain larangan itu ada juga kewajiban siswa yang terdapat pada peraturan dan tata tertib siswa, kewajiban tersebut adalah :
1. Hadir 15 menit sebelum pelajaran di mulai.
2. Siswa piket membersikan halam dan ruangan kelas, membantu guru dalam kegiatan belajar mengajar terutama dalam menyediakan alat tulis dan mengapus papan tulis.
3. Siswa yang terlambat harus melapor pada guru piket disertai alasan dan kemudian guru piket dapat mempertimbangkan dapat masuk ke kelas atau tidak.
4. Siswa yang mau pulang atau meninggalkan sekoalah sebelum pelajaran berakhir namun karena alasan tertentu harus mendapatkan ijin guru piket.
5. Siswa yang tidak hadir dalam kegiatan sekolah harus ada surat permintaan ijin/keterangan dari orang tua/wali yang disertai alasan tyidak hadir.
6. Siswa yang tidak hadir dalam kegiatan sekolah karena alasan sakit lebih dari tiga hari harus dibuktikan dengan keterangan dokter.
7. Mengikuti upacara bendera setiap hari senin untuk kelas pagi dan sabtu untuk kelas siang, serta upaca lain yang bersifat khusus atau hari besar Nasional.
8. Berpaikan seragam sekolah sesuai edaran Depdiknas dan ketentuan yang berlaku.
9. Ketua kelas atau wakil ketua kelas melapor kepada guru piket apabila ada guru tidak hadir sesuai dengan jadwalnya/melaksanakan tugas yang diberikan oleh guru tersebut.
10. Membayar uang sekolah (uang komite, computer dan OSIS) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
11. Melaksanakan janji siswa dengan konsekuen.

Namun demikian dari kewajiban dan larangan diatas masi ada sebagian siswa yang melanggar dari berbagai jenis pelanggarang tata tertib sekolah, yang masi sering dilanggar adalah terlambat datang kesekolah, pulang sebelum jam pelajaran usai, malas belajar, sering tidak masuk sekolah, merokok dsb.
Secara garis besar larangan pelanggaran yang dilakukan oleh siswa akan berpengaruh terhadap kemajuan dan prestasi belajar di sekolah.
Menciptakan kedisiplinan siswa bertujuan untuk mendidik siswa agar sanggup memerintahkan diri sendiri, mereka melatih untuk menguasai kemampuan juga melatih siswa agar ia dapat mengatur dirinya sendiri sehingga para siswa dapat mengerti kelemahan atau kekurangan yang ada pada dirinnya sendiri.
Dengan demikian pihak sekolah memberikan sanksi kepada siswa yang melanggar ketertiban sekolah.
Sanksi adalah hukuman yang diberikan kepada siswa atau warga sekolah lainnya yang melanggar tata tertib kehidupan sosial sekolah, khususnya larangan-larangan yang secara eksplisit ditetapkan oleh sekolah. Yang perlu diperhatikan adalah sanksi yang ditetapkan dan diberlakukan agar bersifat mendidik, tidak bersifat hukuman fisik dan tidak menimbulkan trauma psikologis.
Sangsi dapat diberikan secara bertahap dari yang paling ringan sampai seberat-beratnya, sangsi ini dapat berupa :
1. Tegur lisan bagi yang melakukan pelnggaran.
2. Hokum pemberian tugas yang sifatnya mendidik, misalnya membersikan ruangan kelas, halamn sekolah, ruangan lab dan lain-lain.
3. Memanggil yang bersangkutan memberikan surat peringatan dan membuat peryataan untuk tidak mengulangi.
4. Memanggil yang bersangkutan dengan orang tua.
5. Melakukan skorsing kepada siswa yang bersangkutan bila berkali-kali melakukan pelanggaran.
6. Mengeluarkan siswa yang bersangkutan dari sekolah dengan hormat (dipindahkan) atau tidak hormat. Misalnya yang bersangkutan tersangkut perkara pidana dan perdata yang dibuktikan bersalah oleh pengadilan.

BAB III
PELAKSANAAN PROGRAM MENGAJAR

A. Kegiatan dan Hasil Yang Dicapai.
Dalam pelaksanaan PPL ada beberapa kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa PPL antara lain :
1. Pada tanggal 30-31 juli mahasiswa PPl mendapatkan pembekalan dari pihak akademik/panitia penyelengara PPL.
2. Tanggal 6 Agustus 2010 penyerahan mahasiswa PPl kepada pihak SMP Al-Ihsan kotaraja.
3. Peserta mahasiswa PPL dari STAIN Al-Fatah Jayapura terdiri dari 1 orang laki-laki.
4. Selama satu minggu pertama di bulan agustus 2010 mahasiswa diberi kesempatan untuk melakukan observasi baik secara lansung maupun tidak lansung yaitu observasi pengenalan lapangan dan observasi belajar mengajar.

B. Hambatan dan Kesulitan Yang Dihadapi
Pada dasarnya kegiatan PPL ini berjalan dengan lancar, namun dalam melakukan sebuah kegiatan pasti terdapat hambatan dan kesulitan antarannya :
1. Adapun siswa yang terlambat ketika kita sudah memberikan materi.
2. Adapun siswa yang selalu ribut dalam kelas.
3. Jumlah pertemuan yang sedikit dalam seminggu dikarenakan adanya pembagian jadwal yakni 2 kali dalam seminggu.

C. Alternatif Pemecahan Masalah
1. Dengan memberikan teguran kepada siswa yang terlambat agar tidak mengulanginya.
2. Memberikan pertanyaan-pertanyaan sekitar materi yang sedang diajarkan serta memberikan peringatan.
3. Dengan melakukan latihan-latihan bersama sebelum masuk kedalam ruangan kelas dan pada waktu tidak ada jam mengajar

D. Tanggapan Sekolah Terhadap Kegiatan PPL.
SMP Al-Ihsan kotaraja dan STAIN Al-Fatah jayapura sudah terjalin hubungan timbal balik yang cukup lama dan adanya saling percaya mengenai mahasiswa yang diterjukan untuk melaksanakan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL). Tanggapan pihak sekolah terhadap mahasiswa PPL STAIN Al-Fatah Jayapura di SMP Al-Ihsan kotaraja

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Menunjuk pada perumusan masalah dan hasil penelitian ini disimpulkan sebagai berikut :
Tata tertib adalah aturan atau peraturan yang dibuat untuk dijalankan agar dalam suatu lingkungan tersebut semua kegiatan yang ada sesuai dengan tujuan yang diharapkan, dan dengan adanya tatatertib maka dapat meningkatkan disiplin siswa karena disiplin siswa sangat berarti bagi kemajuan sekolah, di sekolah yang tertib akan selalu menciptakan proses pembelajaran yang baik.
Adapun hambatan-hambatan dalam berjalannya tata tertib adalah kesadaran siswa terhadap disiplin rendah dan tidak dijalankan dengan hikmah. Namun tidak berarti dalam suatu sekolah tidak ada siswa yang tidak melanggar sebagian dari tata tertib yang suda disepakati, dari berbagai tata tertib yang masi banyak dilanggar oleh sebagian siswa adalah terlambat datang ke sekolah, merokok, berkelahi, dll.
Faktor-faktor yang menimbulkan pelangaran tata tertib tersebut adalah : faktor yang bersumber dari diri sendiri yaitu kurang motivasi, sakit, ketidak mampuan anak dalam mengikuti pelajaran disekolah dan kemapuan intelek yang tarafnya lebih tinggi . sedangkan yang bersumber dari luar siswa adalah faktor keluarga, sekolah, masyarakat dan non masyarakat.
Upaya yang dilakukan oleh sekolah untuk mengatasi siswa yang melakukan setiap pelanggaran tata tertib adalah meliputi : upaya wali kelas dalam memberikan pemahaman tentang tata tertib, memangil dan menegur serta menasehati khususnya apabila terlambat datang kesekolah bahkan tidak sama sekali karena alasan terlambat gangun atau sakit, maka alangkah baiknya jika tidur tidak terlalu larut malam dan istirahat yang cukup sehingga bagun bisa lebih awal serta badan terasa lebih fit, kemudian jika dengan cara ini masi tetap saja melanggar maka wali kelas memanggil orang tua untuk membicarakan kasus yang dialami oleh anaknya dan jika tidak berubah juga maka pihak sekolah mengeluarkannya, hal ini njika dibiarkan dikhawatirkan mempengaruhi siswa lain oleh karena itu pihak sekolah mengambil keputusan untuk mengeluarkanya.
B. Saran
Mengacu pada pembahasan hasil penelitian maka disarankan beberapa hal sebagai berikut :
1. Peserta didik.
Bagi seluruh didik hendaknya memperhatikan tat tertib yang sudah disampaikan bersama karena tata tertib merupakan acuan sehingga kita menjadi orang yang disiplin, jika kita disiplin maka dalam mengerjakan aktivitas apapun akan selesai dengan waktu yang sudah ditetapkan dan apapun yang dikerjakan akan berjalan dengan baik.
Bagi siswa yang melanggar tata tertib sekolah terutama terlambat datang kesekolah bahkan tidak masuk sama sekali dengan alasan sakit/terlambat bangun hendaknya mengunakan waktu istirahat yang cukup dengan tidak tidur larut malam dan hendaknya bergaul dengan teman yang selalu memberikan semangat dan motivasi.
2. Para pendidik.
a. Kepala sekolah mempeunyai tugas dan peran sangat penting dalam pencegahan dan pengentasan masalah dalam tata tertib di sekolah, oleh karena itu kepala sekolah hendaknya berjiwa besar, tegas dalam mengambil keputusan dan mempunyai sikap berani untuk memberi sangsi.
b. Wali kelas, hendaknya selalu mengikuti perkembangan siswa yang melanggar tata tertib sekolah sehingga dapat diatasi dan tidak semakin banyak.
c. Guru bidang studi hendaknya lebih memperhatikan para peserta didik yang mengalami masalah belajar baik yang di sebabkan karena sering tidak masuk sekolah, sakit dan terlambat datang kesekolah.
d. Bagi guru yang diberi tanggung jawab untuk memberi sanksi kepada para peserta didik yang melanggar peraturan tata tertib di sekolah, hendaknya memberi hukuman yang mendidik sehingga tidak akan mengulanggi kesalahan yang sama setiap harinya.
e. Orang tua hendaknya selalu memperhatikan anaknya dan mengetahuai setiap kegiatan di luar rumah sehingga semua kegiatan yang dilakukan tidak menyimpan serta orang tua juga harus selalu memotivasi anak sehingga lebih rajin, semangat dalam menjalankan semua kegiatan di sekolah.
3. Para Peneliti
a. Perlu mel;akukan peneliti lebih lanjut untuk mengungkap lebih mendalam tentang tata tertib di sekolah.
b. Perlu melakukan penelitian yang berorientasi konseling untuk mencari pemecahan terhadap kasus-kasus ini.

Minggu, 20 Februari 2011

Aku telah di hianati

Oleh : Ode Riswanto


Tanggal 11 Agustus 2008 bertepat pada hari senin di suatu malam aku mendapatkan sms dari Nur wahida orang yang paling aku sayangi, di dalam smsnya ia berkata”kak sakit... sakit... sakit..., kata sakit yang tak berhenti dan menyambung Apakah Allah uda mau memangil aku???” selalu kata itu yang iya ungkapkan dan hal ini membuat aku menanggis dan pada malam itu juga aku melaksanakan shalat tahajud aku meminta petunjuk kepada Allah, do’aku “ Ya Allah hanya kepadamulah aku berserah hanya kepadamulah aku meminta, tolong beriakan aku petunjuk, berikanlah klesehatan kepada Nur wahida orang yang paling aku sayangi, ya Allah kabulkan do’a hambamuini yaa Allah.” Hal ini yang selalu terucap di dalam do’aku pada malam itu.

Waktu berlalu begitu saja, sekarang telah tibannya bulan suci kepada umat Muslim yaitu bulan Ramadhan, di bulan yang penuh rahmat serta berkah ini aku pertama kali menjalankan dengan orang yang aku cintai, betapa bahagianya aku pada swatu malam sesudah melaksanakan shalat tarawi di masjid Al-Ihsan kotaraja dia mencium tangan aku, aku sangat bangga dengan dirinya di sini aku pun berfikir “ Ketika cahaya terpancar, mata sejenak silau, sejenak bibir tersenyum, air mata mengalir hati bertanya.... apa yang terjadi?? Irama terdengar indah nyayian merdu terdengar syahdu, aku tau apa yang terjadi!!! Ini adalah CINTA, rasa kian menguat pertemuan pertama, kedua dan ketiga seakan memperkuat diriku akan cintaku padanya”. Hal ini yang terlintas dibenaku aku inggin sekali menjadikan dia sebagai istri aku sebagaimana yang tersirat didalam hati aku yang paling dalam.

Hari berganti hari, minggu berganti minggu tak terasa kini hampir memasuki tahun baru yaitu tahun 2009, bertepat pada malam jum’ad tanggal 31 Desember 2008 kita sama-sama merayakan malam pergantian tahun bersama, pada malam itu aku merayakan bersama keluarga besar Nur wahida ( Orang yang Aku Cintai ) aku sangat merasa bahagia karena ini kali yang kedua aku merayakan pergantian tahun yang ke 2, dan yang ke 2 bersama keluarga besar orang yang aku sayangi, tapi..... dia belum menceritakan hub kita kepad keluarganya dengan beberapa alasan.

Setelah melewati tahun baru kita memiliki komitmen yang akan kita bangun bersama untuk menempuh tahun yang baru, kita saling terbuka dan saling mempercayai, pada hari rabu tannga 11 Maret 2009 bertepat dengan Ultah yang ke 16 aku memberikan dia sebuah boneka kelincing yang memegang hati dengan kedua tangannya, bonekanya berwarna pink dan boneka itu di berinama ODE, sesuai dengan marga aku, hari terus berganti begitu waktu yang kita lalui maupun suka duka kita tegar menjalaninya bersam.

Nur kamu adalah orang membuka matahatiku, kamulah orang yang aku cari selama ini, aku berjanji akan menjaga kamu sampai akhir hayatku. Kata-kata itu yang keluar dari lubuk hati aku yang paling dalam, di kegiatan sehari-hari kita aku dan nur saling bersama karena kami dalam satu pekerjaan yang sama, akupun juga sering membantu dia didalam melaksanakan tugas ketika dia di tunjuk sebagai pengawas di tempat kemah.

5 juli 2009 setahunsudah hubungan aku bersama nur, disini ada satu impian yang akan kita jalani bersama yaitu membentuk keluarga ODE, kebetulan di dalam anggota keluarga kami telah hadir satu boneka yang lucu yang imut yang bernama Adik Ode, boneka beruang yang warna pink ada love dua di telapak kakinya, Adik ode kita dapatka pada saat kita menukar poin games di funs station di saga mall abepura. Ode tinggal bersama mama Ur-Ur ( nur Wahida ) dan Adik ode tinggal bersama to-to ( yaitu aku ) inilah nama kami berdua didalam keluarga ODE.

Waktu yang begitu banyak aku lalui dengan dia yang tak dapat ku ungkapkan dengan kata-kata dan tulisan, hari-hari yang bahagia yang penuh dengan kenangan, canda, tawa dan wajah serta suara Nur yang takan perna aku lupakan. Pada suatu hari 28 januari 2010 aku menelpon orang tua aku di Ambon, di dlam percakapan yang singkat itu akau hanya mengatakan kepada Ortu aku bahwa aku telah menemukan orang yang aku sayanggi ( pendamping hidup aku ) dan akupun mengajak meereka ke jayapura untuk datang menemui Nur wahida Calon Istri Aku, karena pada saat itu dia membutukan bukti keseriusan aku dan aku menghubunggi ortu aku. Satu Minggu setelah itu mereka datang ke jayapura dan akupun mengajak nur Wahida ( Orang yang Aku Cintai ) untuk bertemu sama Ortu aku, tetapi sebelum-sebelum Nur sudah aku perkenalkan kepada kak-kak serta sanak saudara aku yang ada di kota jayapura dan Alhamdulilah jawaban Ortu aku dan keluarga aku semua setujuh 100%.

Ya Allah terima kasih ya Allah, hanya kamulah yang tau apa isi hatiku, setelah bertemu Nur dua Minggu setelah itu mereka pulang kampung, pulang ke Kota Ambon kota kelahiran aku. Aku semakin yakin akan cintaku kepada Nur, tetapi ada satu hal yang selalu bertanya kapan aku di kenalkan kepada keluarganya, dan selalu ia berkata jika kamu sudah pekerjaan dan aku akan selalu menjadikan hal itu sebagai motifasi aku agar dapat meluluhkan hati atau kedua Ortu Nur.

Sebelum hal itu terjadi, sebelum Nur bertemu sama kedua Ortu aku, aku pulang ke Ambon untuk memperkenalkan Nur kepada keluarga aku, Bulan Juli 2009 Aku Mudik, sesampai di kampung aku dan aku coba untuk menceritakan tentang pengalaman aku kepada keluarga besar aku serta aku coba untuk memperkenalkan foto orang yang aku sayangi kepada keluarga aku, namun di situ aku mendapat tantangan berat kata Nenek Aku yang di keraton bahwa kamu sudah kami jodohkan dengan Anak saudara dari keluarga aku sendiri agar perngaruh kekuasaan kami di keraton tidak terpecah, hal ini yang menjadi alasan mereka meniolak dia sebagai calon istri aku.

Tapi aku tidak sampai di sini untuk memperjuangkan cinta aku yang sudah tumbuh dan bersemi serta mekar di dalam hati aku, akupun mulai memberontak aku tidak sepakat dengan apa yang dikatan oleh keluarga aku, pada malam hari aku mengajak teman-teman aku untuk mabuk bersama dan aku bikin kaco ( Kerusuhan ) di kampung kami dan aku di amankan lalu aku di adil, di situ lalu aku utarakan kepada semua keluarga aku bahwa aku mencintai NUR WAHIDA dan aku akan menikah dengan dia, aku tidak mau dengan siapa-siapa. Jika ada yang menghalang aku maka besok kalian hanya mendegar namaku aja ( aku coba mengancam dengan bunu diri ), karena aku adalah keturunan yang ke 4 dari kelaurga aku yang akan memimpin di keraton maka aku di pertimbangkan, jujur aku paling di sayanggi ama nenek aku sampai apapun yang aku minta selalu di kabulkan.

Di dalam kesepakatan aku dengan keluarga aku, aku di SUMPAH adapun isi sumpahnya “ ini kemauwan kamu dan kamu sudah melanngar peraturan yang ada di keluarga ini keluarga Ode dan Angko tasan, kami merestui hubungan kamu denagan Nur Wahida orang yang kamu pilih, jika kamu tidak bisa menikahi dia maka tujuh turunan keluarga atau anak yang lahir dari kamu bukan dengam Nur Wahida dia akan mengalami cacat ( tidak sempurna ), dan akupun menjawab, saya menerima apa yang menjadi tangung jawab saya dan saya siap menanggung resikonya”. Yang perlu kalian ketahui bahwa sumpah ini tidak dapat di cabut dan dia akan berlaku selamanya. Smapi aku mati.

Setelah hal itui selesai, pas selesai Lebaran pada saat itu aku pulang lebaran di kampung dan akupun kembali ke jayapura yang mana kota sekarang aku lagi menuntut Ilmu pengetahuan di salah satu Perguruan tinggi di jayapura, kedatangan aku di sambud dengan banyak pertanyaan dan kecurigaan salah satu mengenai mantan pacar aku waktu SMP dulu yaitu tiara. Waktu aku pulang aku tidak sempat ketemu sama tiara jadi aku minta No hp tiara di temanya kebutulan adik sepupu aku sendiri, adapun tujuan aku minta no hp hanya untuk meminta maaf atas segala kesalah aku yang mana momenya sangat tepat karena bulan ramadhan pada saat itu, tetapi sampai aku klembali kejayapura aku tak ketemu sama tiara sekali pun, walu aku mendapatkan alamat Fbnya serta foto-fotonya tetapi perlu kalian ketahui foto yang aku bawa dari kampung banyak bukan foto tiara aja semua adik-adik aku serta teman-teman aku juga ada foto mereka, tapi hal ini mengisahkan hal yang lain, nur sangat marah setelah dia tau aku berteman di FB denagan Tiara.

Aku selalu berkata demi Allah nur aku tidak CLBK sama tiara, dan dia mengambil No tiara lalu dia bertengkar ama tiara, aku tau dia sayang sama aku, tapi jujur aku lebih sayang ama kamu sampai-sampai aku nekad menerima sumpah itu. Di sini kita mulai tegang keluarga Ode yang kita bangun mulai renggang, namun itu tidak menghalangi rasa cinta aku sma Nur.

7 juli 2010 adalah hari jadi kita yang ke 2 tahun disini aku sangat Mersa bahwa Nur adalh pilihan aku yang paling tepat, tidak adalagi yang dapat mengatikan dia di hatiku, setelah itu bertepat pada akhir bulan September 20 10 aku sudah semester 8 dan aku harus melaksanakan KKN, selama aku KKN di sini banyak cobaan yang menimpah aku dan Nur, di tempat KKN aku di mandatkan sebagi sekretarias Posko yang mana tugas yang paling berat yang aku jalani, karena semua kegiatan selama KKn aku yang banyak mengatur, selama satu bulan aku jarang komunikasi dengan dia hal ini yang membuat Hubungan kita renggang, di tempat KKN aku mendapat banyak Cobaan aku di kenalkan dengan cewe oleh orang tuanya tapi di dalam hati aku Cuma satu yaitu NUR cahaya hatiku.

Setelah KKN berakhir kita di tarik dari arena dan saat itu juga aku siap untuk menyusun Sekripsi, di sini hubungan kita lagi tegang dan aku bertemu sama dia kebetulan aku mau pindah tempat tinggal lalu aku bilang sama dia mungkin kita jarang ketemu karena tempat tingal aku yang baru ini lebih jauh dan aku mau fokus untuk nyusun dulu, namun dia menangapi lain dia pikir aku memutuskan dirinya, padahal tidak.

Di Bulan ramadhan pada tahun 2010 kami terguncang selama satubulan full dia tidak mau ketemu dengan aku, sampai akhirnya pada saat lebaran tibah aku kerumahnya dan aku minta maaf dan pada saat itu juga kita balikan, dan dia bilang ini kesempatan kamu yang terakhir dia beri aku waktu satu bulan untuk menebus kesalahan aku dan aku sangat berterima kasih kepada Allah karena mempertemukan aku dengan Jodoh aku lagi, terima kasih ya Allah.

Setelah beberapa minggu kujalani hal itu bersama Nur aku mulai menemukan senyum aku lagi, senyum yang lama hilang dan aku bersama dia hidup bahagia lagi, kami saling kangen-kangenan kami saling melepas rindu, keluarga Ode sekarang sudak kembali lagi, Namun hal ini tidak berjalan sesuai harapan belum cukup satu bulan dia selingkuh di belakang aku dia menerima cinta laki-laki yang bernama Faisal adik kelasnya di sekolahnya dan pada saat itu dia tidak memberikan kata putus ama aku sampai aku tau sendiri bahwa dia sudah jadian.

Di sini aku merasa kehilangan sekalih, aku tidak punya semangat, menjelang beberapa minggi kemudian dia melaksanakan studi ke jepang mengikuti pertukarang pelajar, sebelum dia kejepang dia menginap di jakarta hampi satu minggu dan empat hari sebelum ke jepang kami sering kontak-kontak padahal pada saat itu aku lagi sibuk bagat, tapi demi cinta aku relakan untuk tingalakan karir aku. Setiap malam aku mengaji untuk dia sebelum dia bo-bo dan sebelum dia berangkat ke jepang pun dia mau aku mengaji untuk dia, betapa bahagianya hatiku, dan akhinya setelah dia kembali ke jepang kita pun balikan. Alhamdulilah terima kasih ya Allah.

Semenjak aku terpisah dengan Nur aku di temani dengan sahabat aku yang sudah aku anggap sebagai adik aku sendiri keluarga aku yaitu fajar.

BESRAMBUNG.....