Jumat, 28 Januari 2011

Papua Di Kepung Oleh HIV dan AIDS


BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang.

Tanah Papua terkenal dengan Hutan hijaunya, juga ragam bahan tambang di perut Bumi. Minyak, tambang dan bahkan emas tak kunjung habis meski ditambang bertahun-tahun. Namun di balik itu, Papua menyimpan banyak persoalan, termaksud kesehatan. Salah satu masalah besar itu adalah tingginya kasus HIV dan AIDS.

Pada peringatan hari AIDS 1 desember lalu, Komisi Penanggulangan AIDS Papua menyebutkan jumlah kumulatif kasus HIV dan AIDS mencapai 6.303 kasus[1]. Dengan penduduk sekitar 2,8 jiwa, kekerapan kasus alias prevalensi penyakit itu di papua menjadi yang tertinggi jika di bandingkan dengan provinsi lain di Indonesia. Di pulau Cendrawasih ini kekerapan penyakit mematikan itu mencapai 2,4% jauh lebi tinggi jika dibandingkan dengan angka nasional 0,2%. Penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh itu suda lama mencengkram warga papua, sejumlah cacatan menyebut penyakit itu pertama kali terdektasi pada tahun 1992 di Merauke.

HIV ( Humman Immune Seficiency Virus ) yang memiliki arti Virus yang menyebabkan meurunya kekebalan tubuh manusia, dan AIDS ( Acquired Immune Deficiency Syndrome ) Artinya Suatu keadaan di mana seseorang mengalami beberapa penyakit yang parah pada saat tubuh menurun kekebalannya yang di sebabkan oleh HIV.

Kasus penularan HIV dan AIDS pertama di Indonesia pada tahun 1987 kemudian disusul dengan kasus-kasus berikutnya, sehingga pada tanggal 31 januari 1995 tercatat pengidap HIV 211 orang dan 69 penderita AIDS, 44 orang diantaranya meninggal. Data terakhir bulan Juni 1999 tercatat 88 mengidap HIV dan 26 penderita AIDS (sampai dengan 31 Agustus 1999).  Serupa dengan pola penyebaran dinegara lain, di Indonesiapun mulainya diantara orang-orang homo seks, kemudian muncul pada sekelompok kecil orang-orang yang berperilaku resiko tinggi seperti pecandu obat narkotika dan para tuna susila. Sasaran umum pembangunan jangka panjang kedua (PJP-II) sebagaimana dinyatakan dalam GBHN 1993 adalah terciptanya kwalitas manusia dan kwalitas masyarakat Indonesia yang maju dan mandiri. Penyebaran HIV / AIDS dalam masyarakat bukan semata-mata hanya masalah kesehatan saja, tetapi mempunyai implikasi politik, ekonomi, sosial, etis, agama dan hukum, bahkan dampaknya secara nyata cepat atau lambat menyentuh semua aspek kehidupan bangsa dan negara. Hal ini mengancam upaya bangsa untuk meningkatkan kwalitas sumber daya manusia.

Dalam rangka mengamankan jalannya pembangunan nasional, demi terciptanya kwalitas manusia yang diharapkan, perlu peningkatan upaya penaggulangan HIV / AIDS, yang melibatkan semua sektor pembangunan nasional melalui program yang terarah, terpadu dan menyeluruh. 

Untuk itu disusunlah strstegi nasional penanggulangan HIV / AIDS yang komprehensif, menyeluruh dan multi sektorel, guna mewujudkan satu gerak langkah dalam penaggulangan AIDS tersebut dan yang berdasarkan Keputusan Presiden NO. 36 tahun 1994 tentang komisi penanggulangan AIDS.

Virus ini pertama kali didapatkan di Afrika pada tahun 1950 Oleh peneliti dan HIV Masuk di INDONESIA pada tahun 1987 yang ditemukan pada seorang WISMA di kota bali, sekarang ini kasus di tanah PAPUA sendiri menurut data Desember 2010 mencapai 6.303 Jiwa dan HIV Masuk di Papua pada mulanya di merauke, pada tahun 1992 yang dibawakan oleh para pelaut dari MANCAN NEGARA.

B.     Rumusan Masalah.

a.       Apakah penyakit HIV dan AIDS ?
b.      Adakah tips agar terhindar dari HIV dan AIDS ?
c.       Adakah peran masyarakat terhadap penangulanggan HIV dan AIDS ?

C.     Tujuan.

a.       Agar dapat mengetahui tentang  penyakit HIV dan AIDS.
b.      Mengetahuai hal-hal yang dapat menyebabkan HIV dan AIDS.
c.       Berguna bagi diri pribadi dan yang membaca.



BAB II
GAMBARAN UMUM

Acquired Immune Deficiency Syndrome  (AIDS) merupakan kumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh virus HIV ( Human Immuno Deficiency Virus ) yang akan mudah menular dan mematikan. Virus tersebut merusak sistem kekebalan tubuh manusia, dengan berakibat yang bersangkutan kehilangan daya tahan tubuhnya, sehingga mudah terinfeksi dan meninggal karena berbagai penyakit infeksi kanker dan lain-lain.

Sampai saat ini belum ditemukan vaksin pencegahan atau obat untuk penyembuhannya. Jangka waktu antara terkena infeksi dan munculnya gejala penyakit pada orang dewasa memakan waktu rata-rata 5-7 tahun.

Selama kurun waktu tersebut walaupun masih tampak sehat, secara sadar maupun tidak pengidap HIV dapat menularkan virusnya pada orang lain. Karena AIDS bukan penyakit, AIDS tidak menular yang menular adalah HIV yaitu virus yang menyebabkan kekebalan tubuh mencapai masa AIDS. Virus ini terdapat dalam larutan darah cairan sperma dan cairan vagina, dan bisa menular pula melaui kontak darah atau cairan tersebut. Pada cairan tubuh lain konsentrasi HIV sangat rendah sehingga tidak bisa menjadi media atau saluran penularan.

Tidak ada gejala khusus jika seseorang sudah terinfeksi HIV, dengan kata lain orang yang mengidap HIV tidak bisa dikenali melalui diagnosis gejala tertentu, disamping itu orang yang terinfeksi HIV bisa saja tidak merasakan sakit. Berbulan-bulan atau tahun seseorang yang sudah terinfeksi dapat bertahan tanpa menunjukkan gejala klinis yang khas tetapi baru tampak pada tahap AIDS.

Ada empat cara penularan HIV. Pertama, melalui hubungan seksual dengan seorang pengidap HIV tanpa perlindungan atau menggunakan kontrasepsi (kondom). Cara kedua, HIV dapat menular melalui transfusi dengan darah yang sudah tercemar HIV. Cara ketiga, seorang ibu yang mengidap HIV bisa pula menularkannya kepada bayi yang dikandung, itu tidak berarti HIV /AIDS merupakan penyakit turunan, karena penyakit turunan berada di gen-gen manusia sedangkan HIV menular saat darah atau cairan vagina ibu membuat kontak dengan cairan atau darah anaknya. Dan cara keempat adalah melalui pemakaian jarum suntik akufuntur, jarum tindik dan peralatan lainnya yang sudah dipakai oleh pengidap HIV.

Data menunjukkan kemungkinan penularan paling besar bila seseorang mendapat tranfusi dengan darah yang sudah terinfeksi HIV 89,5% akan terinfeksi, antara 15-30% ibu hamil yang positif akan menularkan virus pada anak yang dikandungnya. Kemungkinan penularan ini dapat ditekan sampai 8% dengan penanganan dokter ahli dan pemakaian obat-obat khusus saat hamil (Mutiara, 873,15-21 1997), dan kemungkinan cukup besar tertular sampai 10% perkontak, terdapat pada kalangan pecandu narkotik suntikan.

Ada satu kondisi lagi yang kondusif untuk penularan HIV/AIDS bila seseorang sudah terkena satu penyakit kelamin, penyakit kelamin yang dikenal umum adalah sifilis, gonore / GO, herpes dan chlanydia. Penderita penyakit diatas bisa membuat seorang rentan terhadap penularan HIV karena penyakit yang sudah ada padanya bisa menyebabkan infeksi saluran reproduksi, HIV bisa masuk dengan mudah melalui bagian yang sudah sakit.

Gejala-gejala AIDS baru bisa dilihat pada seseorang yang tertular HIV sesudah masa inkubasi, yang biasanya berlangsung antara 5-7 tahun setelah terinfeksi. Selama masa inkubasi jumlah HIV dalam darah terus bertambah sedangkan jumlah sel T semakin berkurang, kekebalan tubuhpun semakin rusak jika jumlah sel T makin sedikit.

Masa inkubasi terdiri dari beberapa tahap, tenggang waktu pertama setelah HIV masuk kedalam aliran darah, disebut masa jendela / Window Period. Tenggang waktu berkisar antara 1-6 bulan, pada rentang waktu ini tes HIV akan menunjukkan hasil yang negativ karena tes yang menditeksi anti body HIV belum dapat ditemukan, tetapi walaupn seseorang yang terinfeksi HIV baru pada tahap jendela tetap saja dia dapat menularkan HIV kepada orang lain. Tahap kedua disebut kondisi asimptomatik, yaitu suatu keadaan yang tidak menunjukkan gejala-gejala walaupun dalam tubuh seseorang sudah ada HIV yang dapat dideteksi melalui tes. Kondisi ini bisa berlangsung antara 5-10 tahun, dan tahap inipun seseorang yang positif bisa menularkan HIVnya pada orang lain. Tahap ketiga ditandai dengan pembesaran kelenjar limfe yang menetap dibanyak bagian tubuh. Dan tahap keempat ditandai dengan kondisis seseorang yang sel T– 4 (sel darah putih sebagai pertahanan tubuh saat antigen masuk) pada dirinya sudah berada dibawah 200 / microliter sehingga muncul berbagai macam penyakit, terutama penyakit-penyakit yang disebabkan infeksi oportunistik. Sebenarnya infeksi oportunistik ini juga sudah sering muncul sebelum seseorang mencapai masa AIDS, tetapi dia belum akan dikatakan dalam kondisi AIDS apabila sel T – 4 didalam darahnya masih diatas 200 / microliter.

WHO telah membuat kriteria gejala yang dapat dipakai sebagai pegangan dalam mendiagnosis AIDS, ada yang disebut gejala mayor dan gejala minor. Gejala minor atau ringan antara lain :

batuk kronis lebih dari satu bulan, bercak-bercak merah dan gatal dipermukaan kulit pada beberapa bagian tubuh, Herpes Zorter (infeksi yang disebabkan virus yang menggangu saraf) yang muncul berulang-ulang, infeksi semacam sariawan pada mulut dan tenggorokan yang disebabkan oleh jamur Candida albicans, dan pembengkakan kelenjar getah bening yang menetap di sekujur tubuh. Gejala-gejala mayor antara lain : demam yang berkepanjangan lebih dari tiga bulan, diare kronis lebih dari satu bulan berulang-ulang maupun terus-menerus dan penurunan berat badan lebih 10 persen dalam kurun waktu tiga bulan.



BAB III
PEMBAHASAN


A.     HIV.

Human ( Manusia ) Immune Deficiency ( Penurunan kekebalan tubuh ) Virus ( Mahluk yang sangat kecil, yang hanya dapat dilihat dengan menggunakan alat khusus ), yang dapat di simpulkan “ Virus yang menyebabkan menurunnya kekebalan tubuh manusia”. [2]
Setelah orang terinfeksi HIV, Virus akan hidup dan bertambah banyak di dalam tubuh orang tersebut. Pada saat ini walaupun HIV ada dalam tubuh, orang ini tetap terlihat sehat dan tidak ada gejala sama sekali.
Seiring dengan waktu yang berjalan, jumlah virus didalam tubuh akan semakin bertambah banyak dan akan mulai melemahkan sistem kekebalan tubuh orang tersebut. Setelah beberapa waktu maka sistem kekebalan tubuhnya menjadi sangat lemah dan memudahkan berbagai macam penyakit masuk kedalam tubuh.
Semakin lama, kekebalan tubuh semakin melemah dan berbagai penyakit berat akan terjadi. Keadaan ini disebut AIDS.[3]

a.      Perilaku Berisiko Tertular HIV.

1.      Melakukan Hubungan Seks dengan orang yang sudah terinfeksi HIV.
2.      Transfusi darah dari orang yang sudah terinfeksi HIV.
3.      Mengunakan Jarum Suntik  bekas pakai orang yang terinfeksi HIV.
4.      Dari ibu hamil yang sudah terinfeksi HIV, pada anaknya saat melahirkan dan menyusuhi.

b.      Ada tiga cara  HIV menular :

1.      Melalui darah yang sudah terinfeksi virus HIV
2.      Melalui cairan sperma dan vagina pada orang yang sudah terinfeksi virus HIV.
3.      Melalui ibu yang sudah terinfeksi kepada baiyinya pada saat melahirkan atau menyusuhi.

c.       Empat Prinsip Penularan HIV.

1.      E - xit : ada jalan keluar bagi virus HIV
2.      S - urvive : virus mampu bertahan hidup
3.      S - ufficient : jumlah virus yang cukup
4.      E - nter : ada jalan masuk bagi virus

d.      HIV tidak tertular melalui.

1.      Mengunakan Alat makan Bersama.
2.      Toilet bersama.
3.      Mandi di dalam satu kolam yang sama ( Kolam Renang ).
4.      Gigitan Serangga ( Nyamuk ).

e.       HIV hanya dapat hidup dan berkembang biak di dalam tubuh manusia, HIV tidak dapat hidup di luar tubuh manusia dikarenakan .[4]

1.      Suhu tubuh manusia adalah ideal bagi HIV. Suhu yang tinggi akan menyebabkan virus mati secara cepat. Segala sesuatu yang suhunya lebih dari 50’C cukup untuk membnunuh virus.
2.      Lingkungan yang lembab. Kekebalan tubuh adalah ideal, virus akan mati bila berada di luar tubuh manusia.
3.      Di dalam tubuh manusia tidak ada kontak dengan udara. Ini merupakan hal yang paling penting. Lapisan protein terluar dari HIV berikrodaksi bila kontak dengan udara dan kemudian akan mati secara cepat.
4.      Tingkat keasaman (pH) yang seimbang memerankan perang yang vital, karena virus membutuhkan tingkat keasaman yang sangat mendekati pada yang ditemukan dalam tubuh manusia. Lingkungan yang berubah cepat menjadi terlalu asam atau terlalu basa akan mematikan virus.

f.        Menurut Badan Kesehatan Dunia atau disebut World Health Organization ( WHO ), HIV berkembang menjadi AIDS melalui empat tahap.

1.      Tahapan Primer. Tahapan orang yang yang terinveksi HIV tetapi belum menunjukan gejala sama sekali. Gejalanya berupa flu, pusing, lemas demam dan lain-lain. Biasanya 3 bulan pertama virus baru dapat terdeteksi melalui tes dara HIV atau VCT.
2.      Tahapan tanpa gejala. Umumnya orang terinfeksi tidak  menunjukan gejala sampai 3 tahun lebih. Kadang ada keluhan dengan pembengkakan dikelenjar getah bening yang merupakan sel darah putih.
3.      Tahapan bergejala. Selain adanya pembengkakan kelenjar getah bening, beberapa gejala juga akan timbul seperti timbulnya selaput putih pada lidah, gusi dan selaput dalam mulut, tenggorokan dan paru-paru yang di sebabkan oleh jamur Candida Albican. Selain itu timbul gejala-gejala umum seperti turunnya berat badan secara drastis dan lain-lain.
4.      Tahapan stadium lanjutan atau AIDS. Setelah 3-4 tahun tergantung daya tahan tubuhm masing-masing, sebagian besar orang yang mengidap HIV mulai menunjukkan penyakit-penyakit yang disebabkan INFEKSI OPORTUNISTIK, yaitu infeksi yang umumnya tidak berbahaya pada orang dengan sistem kekebalan tubuh normal namun dapat berakibat fatal pada ODHA ( Otrang dengan HIV dan AIDS ) dengan sistem kekebalan tubuh sangat lemah akibat terserang oleh HIV. Pada saat mulai menunjukan penyakit inilah sesorang dikatakan sudah mencapai tahapan AIDS.

B.     AIDS.

Acquired ( didapat ) Immune Deficiency ( Penurunan kekebalan tubuh ) Syndrome ( Kumpulan gejala penyakit ), yang dapat diartikan suatu keadaan dimana seseorang mengalami beberapa penyakit yang parah pada saat tubuh menurun kekebalanya yang di sebabkan oleh HIV.

Acquired ( didapat ) Orang mendapat virus yang menyebabkan gejala penyakit dari orang yang lain. Virus tidak dapat ditularkan melalui udara, melainkan orang bisa mendapatkanya hubungan seks yang tidak terlindungi atau kontak darah lansung dengan orang yang HIV positif.

Immune Deficiency ( Penurunan Kekebalan Tubuh ), setelah beberapa tahun terinveksi HIV, sistem kekebalan tubuh akan dihancurkan  sehingga tidak ada lagi sistem pertahana yang tersisa di dalam tubuhnya atau disebut penurunan kekebalan tubuh.
Syndrome ( Gejala penyakit ), jika tubuh orang tidak lagi mempunyai sistem pertahanan, atau dengan kata lain orang tersebut mengalami penurunan kekebalan tubuh; orang tersebut mudah terserang penyakit-dari infeksi kulit dan mulut menjadi Tuberculosis atau kangker. Ini disebut sebagai sindrom/gejala penyakit, karena orang dengan AIDS tidak menjadisakit dari hanya satu penyakit, tetapi dari berbagai macam penyakit ( kumpulan gejala penyakit ).

C.     Tips Terhindar dari HIV.

a.      Seharusnya dihindari.
1.      Merasa sudah tau tentang HIV dan AIDS dan bersikap masa bodoh.
2.      Berpacaran sampai larut malam dan melakukan hal yang tidak bermanfaat.
3.      Menggoda lawan jenis.
4.      Merokok, minum alkohol ( miras ) dan mengunakan narkoba.
5.      Melakukan hubungan seks sebelum menikah.
6.      Berganti-ganti pasangan seks.
7.      Tidak mau tahu status HIVmu.
8.      Mengasingkan orang yang terkena HIV.
9.      Malas membagikan pengetahuan HIV dan AIDS kepada orang lain.

b.      Sebaiknya dilakukan.
1.      Mencaritau tentang HIV dari bsumber yang benar.
2.      Bergaul dengan sebanyak mungkin teman dan melakukan hal yang baik. Misalnya belajar bersama, olahraga, bermain musik, menari, aktif dalam organisasi sekolah dan lain-lain.
3.      Bersikap sopan terhadap semua orang termaksud lawan jenis.
4.      Makan dan minum yang berguna dan menyehatkan,
5.      Menjaga diri tetap “virgin” atau perawan dan perjaka sampai menikah nanti.
6.      Kalau sudah menika melakukan hubungan seks dengan istri atau suami saja to…
7.      Mengetahui status HIV adalah sangat berguna bagi dirimu, dengan cara VCT.
8.      Mengasihi semua orang tanpa terkecuali.
9.      Beritahukan pengetahuan HIV dan AIDS kepada teman-temanmu.


D.     Peran Masyarakat Terhadap Penanggulangan HIV dan AIDS di Kota Jayapura.

Peran Masyarakat dalam menaggulanggi penyebaran HIV dan AIDS di kota Jayapura sangatlah banyak, kita dapat melihat dari berbagai macam bentuk Organisasi, LSM dan Individu Masyarakat, akhir-akhir ini yang bertepat pada tanggal 01 Desember 2010 telah dilaksanakan suatu kegiatan yaitu HAS ( Hari Aids Se-Dunia ), hal ini di peringati guna memberitahukan kita semua bahwa HIV dan AIDS saat ini sangat mengancam.

Di kota Jayapura ada beberapa LSM dan Organisasi Pemuda maupun yang remaja yang berperan dalam penangulanngan HIV dan AIDS, di setiap tahun ajaran baru biasannya LSM maupun Organisasi melakukan Penyuluhan di sekolah-sekolah, SD, SMP dan SMA, bahkan sampai pada perguruan tinggi.

Dalam melakukan penangulanggan penyebaran HIV dan AIDS di kota jayapura ketua KPA menghimbaukan kepada Dinan P&P agar memprogramkan pelajarn dasar terhadap Reproduksi, IMS dam HIV/AIDS di dalam kurikulum sekolah, selanjutnya kita juga dapatr melihat peran aktif para LSM dalam penangulanggan virus HIV ini sangatlah banyak, setiap malam mereka melakukan penjangkauwan terhadap para seks jalanan di taman imbi dan di pantai dok dua.


BAB IV
P E N U T U P

A.     Kesimpulan.

Virus ini pertama kali didapatkan di Afrika pada tahun 1950 Oleh peneliti pada seekor sipansies dan HIV Masuk di INDONESIA pada tahun 1987 yang ditemukan pada seorang WISMA di kota bali, sekarang ini kasus di tanah PAPUA sendiri menurut data September 2009 mencapai 4.967 Jiwa dan HIV Masuk di Papua pada mulanya di sorong, pada tahun 1992 yang dibawakan oleh para pelaut dari MANCAN NEGARA.

HIV hanya dapat di deteksi dengan tes HIV atau yang lebih dikenal dengan VCT, orang yang sidah terinfeksi HIV dan AIDS biasa di pangil atau disebut dengan sebutan ODHA ( Orang Dengan HIV dan AIDS ), virus HIV memiliki empat prinsip penularan yang dapat di singkat dengan ESSE, dan HIV hidup di cairan darah, cairan sperma dan cairan vagina serta pada cairan ASI yang mengandung dara positif HIV.

B.     Saran.

1.      Mencegah penularan virus HIV.
2.      Mengurangi sebanyak mungkin penderitaan perorangan, serta dampak sosial dan ekonomis dari HIV/AIDS di seluruh Indonesia, terlebi khususnya lagi di PAPUA.
3.      Menghimpun dan menyatukan upaya-upaya nasional untuk penanggulangan HIV/AIDS.



DAFTA PUSTAKA


Ode Riswanto,Modul II Asyifa yout center jayapura, 3GP Jayapura.

Informasi HIV dan AIDS untuk Remaja, Sobat Remaja Papua, Wahana Visi Indonesia.

Media Indonesia. Terbitan tahun 2010.

Cepos ( Cendrawasi Pos ), Koran Harian Papua.

Media Informasi HIV dan AIDS, KPA Kota dan Kabupaten Jayapura.




KATA PENGANTAR

Puju Syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala nikmat dan karunian-Nya sehingga makalah ini dapat tersusun dengan baik. Shalawat serta salam selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW, keluarga dan para pengikutnya. Dengan perantaraanya manusia mendapat petunjuk, hidayah yang asalnya manusia hidup dalam kegelapan sehingga mendapatkan cahaya kebenaran hingga berada di jalan yang terang benderan.
Di dalam makalah ini kami menulis tentang NEGERI EMAS DI JAJAH OLEH PENYAKIT PEMBUNU NO 1 DI DUNIA, sebagai pengetahuan dan pemahaman, khususnya di kalangan kita yang ada di LK 2 ini yang menjadi harapan masa depan.
Dalam penyusunan makalah ini kami menyadari masi banyak kekurangan dan tidak kesempurnaan atas penyusunan makalah ini.
              

Jayapura 15 Januari 2010

PENULIS



DAFTAR ISI

Halaman Judul            …………………………………………………        i
Kata Pengantar           …………………………………………………        ii
Daftar isi                     …………………………………………………        iii
Bab I   Pendahuluan   …………………………………………………        1
A.    Latar Belakang      …………………………………………        1
B.     Permasalahan        …………………………………………        3
Bab II  Gambaran Umum        …………………………………………        4
Bab III            Pembahasan               …………………………………………        7
A.    HIV                       …………………………………………        7
B.     AIDS                    …………………………………………        9
C.     Tip terhindar dari HIV      …………………………………        10
D.    Peran Masyarakat              …………………………………        11
Bab IV            Penutup          …………………………………………………        12
Daftar Pustaka                        …………………………………………………        13








NEGERI EMAS DI JAJAH OLEH PENYAKIT
PEMBUNU BERBAHAYA



Oleh:
Ode Riswanto

HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM
CABANG JAYAPURA KOMISARIAT STAIN AL-FATAH



[1] Media Indonesia. Rabu 29 Desember 2010.hl 22.
[2] Informasi HIV & AIDS Untuk Remaja, Sobat Remaja Papua, Wahana Visi Indonesia Jayapura. Hlm 2.
[3] Ibid.
[4] Ibid. hlm 4

Sabtu, 22 Januari 2011

Wisata Alam Pulau Marsegu


Wisata Alam Pulau Marsegu



 Pulau MarseguPulau Marsegu terletak di bagian barat Pulau Seram (Nusa Ina / Pulau Ibu) yang terkenal memiliki Taman Nasional Manusela. Secara Administratif pulau Marsegu termasuk dalam Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku. Pulau ini diberikan nama oleh masyarakat sebagai “Pulau Marsegu” karena mempunyai satwa Kelelawar yang begitu banyak. Kata Marsegu berasal dari bahasa daerah yang berarti Kelelawar. Dalam pikiran pasti terlintas seperti tokoh menyeramkan yaitu “Drakula” penghisap darah, manusia yang menjelma menjadi kelelawar. Tapi pulau ini tidak menyeramkan bahkan berbagai keindahan dapat ditemui disana, sebagai tempat rekreasi dan tempat mengembangkan ilmu pengetahuan tidak perlu diragukan lagi.

Pteropus vampirus


Pulau MarseguSelain Kelelawar dapat ditemui juga satwa-satwa yang dilindungi seperti Burung Gosong Megaphodius reinwardtii (Maleo) dan Kepiting Kelapa (Birgus latro) atau yang bahasa daerahnya disebut "kepiting kenari". Masih banyak satwa burung lain yang menjadikan pulau ini sebagai habitat makan, bermain dan tidur.

Birgus latro

Pulau Marsegu atau pulau kelelawar merupakan Kawasan hutan lindung yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 10327/Kpts-II/2002, tanggal 30 Desember 2002, luasnya 240,20 Ha. Wilayah lautnya merupakan Taman Wisata Alam Laut seluas 10.000 Ha ditetapkan dengan SK Menhutbun No. 114/Kpts-II/1999, tanggal 05 Maret 1999. Potensi sumberdaya alam laut yang cukup besar, terumbu karang beraneka warna yang dapat disaksikan keindahannya. Berbagai corak kehidupan laut dengan ikan karang yang beraneka ragam bentuk dan ukuran.

Pulau MarseguTerumbu Karang

Untuk yang gemar makanan laut (seafood) dapat menikmati sepuasnya di pulau ini. Mau memancing sendiri atau dapat juga membeli dari masyarakat di sekitar pulau ini yang penghidupannya bersumber dari laut.

Ikan Karang

Di Pulau Marsegu dapat ditemukan berbagai komunitas hutan diantaranya: Hutan Sekunder yang merupakan hasil tindakan dari masyarakat sebagai lahan untuk berkebun. Komunitas hutan sekunder ini merupakan hutan yang tumbuh di atas batu karang, secara bertahap telah terjadi proses pelapukan. Dahulunya daerah ini merupakan Hutan Primer dengan diameter pohon lebih dari 100 cm, tetapi telah ditebang dan dijadikan lahan untuk menanam umbi-umbian sebagai bahan makanan.

Hutan Sekunder

Pulau MarseguSetengah dari Pulau ini merupakan daerah hutan mangrove dengan jenis-jenis mangrove yang juga terdapat pada daerah lain, seperti Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, Brugueira gymnorrhiza, Brugueira sexangula, Ceriops tagal, Xylocarpus mollucensis, Xylocarpus granatum, Heritiera littoralis, Lumnitzera littorea, Aegiceras corniculatum, Excoecaria agallocha, Pemphis acidula dan Scyphiphora hydrophyllacea.

Zone terluar dari daerah mangrove adalah Rhizophora mucronata kemudian bercampur dengan Rhizophora apiculata dan dibagian tengah adalah Brugueira gymnorrhiza, Brugueira sexangula, Ceriops tagal, Xylocarpus mollucensis dan Xylocarpus granatum.

Pulau MarseguDi bagian timur dari Pulau Marsegu terdapat vegetasi hutan pantai yang mempunyai pantai pasir putih sepanjang 1600 meter. Jenis vegetasi yang terdapat pada zone ini adalah Cordia subcordata, Pongamia pinnata, Terminalia catappa dan Baringtonia asiatica. Di bagian utara pantai pasir putih terdapat zone Ipomea pescaprae yang didominasi oleh rumput angin (Spinifex littoreus) dan Katang-katang (Ipomea pescaprae). Lokasi ini merupakan tempat wisata yang menarik untuk menikmati pemandangan laut serta menghirup udara pantai yang segar.

Pantai Pasir Putih

Untuk yang mau berkemah atau tinggal beberapa hari di pulau ini, tersedia 2 (dua) buah sumur sebagai sumber air tawar yang biasanya juga dipergunakan oleh masyarakat sekitar untuk air minum, mandi dan cuci.

Aksesibilitas ke Pulau Marsegu dari kota Ambon sebagai Ibu Kota provinsi dapat ditempuh melalui rute:
  • Ambon – Hunimua. (Jalur darat)
  • Hunimua – Waipirit (Pulau Seram) menggunakan Ferry (1,5 jam)
  • Waipirit – Piru – Pelita Jaya. (Jalur darat ± 56 km)
  • Pelita Jaya – Pulau Marsegu. (Jalur laut ± 5 km )

Penulis : IRWANTO,S.Hut
Posting ulang oleh : Ode Riswanto